MINSEL || LENSAMANADO.COM — Organisasi Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Minahasa Selatan baru-baru ini melaksanakan pelatihan Tunas 1 dan 2 yang diikuti oleh lebih dari 300 pemuda dan pemudi. Pelatihan ini dianggap sebagai investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan, dan masa depan daerah.
Ketua Pimpinan Daerah TIDAR Sulawesi Utara menekankan pentingnya bagi pemuda-pemudi TIDAR di era digitalisasi saat ini untuk tidak terjebak dalam informasi negatif. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi alat yang baik jika digunakan dengan bijak. “Penting bagi kita untuk memfilter setiap informasi yang kita terima, demi menjaga integritas program-program pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang TIDAR Minahasa Selatan berharap agar pemuda-pemudi tidak hanya berkumpul, tetapi juga belajar dan berproses demi memberikan dampak positif bagi daerah. “Kehadiran TIDAR harus lebih dari sekadar menjadi pengurus atau anggota. Kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC Gerindra Minahasa Selatan, Suhartini Marlina Mamoto, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Ia berharap TIDAR Minahasa Selatan dapat hadir dengan kualitas yang lebih baik melalui karakter, keteladanan, karya, dan tanggung jawab. “Kami ingin melahirkan TIDAR Minahasa Selatan yang bercahaya, bukan hanya dalam organisasi, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk pemuda yang berkomitmen dan bertanggung jawab, menciptakan generasi yang siap mengatasi tantangan masa depan.
(A’Run)









