Inflasi? Minsel Siap Lawan dengan Gerakan Pertanian Inovatif!

MINSEL || LENSAMANADO.COM – Wakil Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, SIP, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi tantangan inflasi dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 secara daring pada Senin, 26 Mei 2025. Kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Dalam Negeri RI ini diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Minahasa Selatan, di mana pemerintah daerah terhubung melalui Zoom Meeting secara serentak di seluruh Indonesia.

Rakor ini bertujuan untuk menyusun langkah strategis dalam pengendalian inflasi. Dalam rangka itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkenalkan gerakan inovatif bernama “Marijo Batanam,” yang tidak hanya sekadar program pertanian, tetapi sebuah gerakan sosial yang menggugah semangat masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman pangan cepat panen. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan beras lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Bupati Franky Donny Wongkar, SH, dengan antusias mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini. Ia menekankan bahwa setiap jengkal lahan yang ada sangat berharga dan bisa dimanfaatkan untuk menanam padi, baik melalui metode tradisional maupun sistem padi ladang. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga berperan aktif dalam stabilitas ekonomi daerah.

Dalam kesempatan berharga ini, hadir pula Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kapolres Minahasa Selatan yang diwakili oleh Kasat Bimas Iptu Steven Pitoy, S.Sos., serta perwakilan dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas PMPTSP, Dinas Kominfo, dan Bagian Perekonomian Setda. Semua elemen ini berkomitmen untuk bersinergi dalam mendukung program pengendalian inflasi yang strategis dan efektif.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Minahasa Selatan bersiap untuk tidak hanya menghadapi inflasi, tetapi juga menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Gerakan “Marijo Batanam” diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya untuk berinovasi dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

(A’Run)