Bupati Tendean: Generasi Muda Harus Jaga Sejarah dan Budaya Minahasa

MINAHASA || LENSAMANADO.COM – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap pelestarian budaya lokal, Penjabat Bupati Minahasa, Dr. Noudy R.P. Tendean, SIP., MSi, turut hadir dalam prosesi upacara adat “Wangunen Le’os Um Banua Wangko Minahasa” yang digelar di Situs Cagar Budaya Watu Pinawetengan, Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso Barat. Acara yang berlangsung pada hari Jumat ini dihadiri oleh Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat yang menunjukkan kepedulian terhadap nilai-nilai budaya Minahasa.

Dalam momen bersejarah ini, Bupati Tendean bersama para undangan melaksanakan prosesi doa dan penyiraman Watu Pinawetengan, sebuah simbol penghormatan kepada warisan budaya yang telah ada sejak lama. Dalam sambutannya, Tendean menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pelaksanaan kegiatan ini dan mengusulkan agar acara serupa diadakan setiap tahun untuk memperkuat ikatan sosial dan budaya masyarakat.

“Pemkab Minahasa menyambut baik kegiatan ini dan saya berharap kita dapat memprogramkannya setiap tahun,” ungkap Tendean dengan tegas. Ia juga menekankan pentingnya generasi saat ini untuk aktif menjaga dan memelihara situs-situs bersejarah serta tradisi yang ada di Tanah Minahasa.

“Sejarah peradaban kita dimulai dari sini. Generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan memanfaatkan warisan budaya ini agar kita tidak kehilangan jejak sejarah peradaban orang Minahasa,” tambahnya.

Bupati Tendean juga menekankan nilai persaudaraan dan kerukunan sebagai fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap masyarakat yang peduli dengan kebudayaan sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya yakin bahwa jika kita memiliki niat untuk membangun, alam semesta akan mendukung kita. Dalam kebersamaan, kita akan membangun masa depan yang lebih baik untuk tanah Minahasa,” tutupnya dengan harapan optimis untuk kemajuan daerah.

(Arvil)