MINSEL || LENSAMANADO.COM – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Niño Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Minahasa Selatan pada Selasa, 4 Agustus 2026. Apel ini menjadi momentum penting dalam menggalang kesiapsiagaan dan kerjasama lintas sektor untuk menghadapi ancaman nyata dari fenomena iklim yang melanda wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Wongkar, yang didampingi oleh Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan, AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya sinergi antara instansi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. “Kita harus siap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau ini,” ujarnya dengan tegas.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa indeks ENSO telah melonjak hingga +1,59, yang menandakan bahwa Indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan kering dari biasanya. Puncak defisit curah hujan diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September 2026, meningkatkan risiko kekeringan dan krisis air bersih.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan bencana yang telah terjadi, dengan catatan lima kasus kebakaran hutan seluas 7,5 hektar dan enam kebakaran bangunan antara Juni hingga Juli 2026. Kejadian tersebut, yang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian manusia, memicu seruan mendesak untuk melakukan tindakan pencegahan yang lebih efektif.
Dalam menghadapi tantangan ini, Bupati Wongkar menggarisbawahi tujuh langkah strategis operasional, termasuk penguatan patroli terpadu, penerapan prinsip tanpa pembakaran (zero burning), dan inspeksi kelayakan instalasi listrik. “Edukasi publik dan koordinasi yang solid adalah kunci untuk memastikan keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi fokus utama. Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan mitigasi bencana bergantung pada disiplin warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan menjaga instalasi listrik. “Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana,” kata Wongkar.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Wakil Kepala Polres Minahasa Selatan, Kompol Juli Bandangan, S.H., serta perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam merespons ancaman bencana ini.
(A’Run)









